www.cbramono.net

 
 
 
 
 

Pasca Wedding #1: Pandangan Kami
22 January 2009, 12:28:28

Akhirnya acara itu bisa dilewati juga. Super sibuk tentunya. Web pun akhirnya terbengkalai untuk sementara. BTW, terimakasih untuk Yudi dan Shakti yang sudah mau membantu mengisi live update news via wap.

cbramono.net
..: Tetep... Motret Juga... [candid by Yerry]



cbramono.net
..: Saat Malam Midodareni [by Yerry]

Pernikahan memang sebuah acara yang tidak bisa begitu saja terjadi tanpa perencanaan yang sangat matang. Seluruh rangkaian acara sudah disusun sedemikian rupa sehingga pada akhirnya (diharapkan) dapat berjalan sesuai dengan rencana semula.

cbramono.net
..: Setelah Sakramen Perkawinan #1 [candid by Yerry]

Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kegagalan-kegagalan kecil justru membuat manusia semakin sadar bahwa ada yang lebih berkuasa di alam semesta ini.

cbramono.net
..: Setelah Sakramen Perkawinan #2 [candid by Yerry]

Sejak awal kami sudah berusaha mengantisipai segala hal sampai detail. Tujuannya cuma satu: meminimalkan komentar negatif dari orang lain. Karena bagaimanapun justru saat hari H, kita yang melayani orang lain bukan kita yang dilayani. Ya melayani secara visual, audio, dan perasaan.

cbramono.net
..: Berjalan Menuju Altar [candid by Arif Pentol]

Secara umum memang tidak ada hambatan yang berarti pada acara pernikahan kami kemarin. Minimal orang yang melihat dari luar menganggap acara berjalan lancar; meskipun di dalamnya terdapat masalah-masalah yang lumayan membuat dag dig dug.

cbramono.net
..: Di Pelaminan: Nonton Tari-Tarian [candid by Yerry]



cbramono.net
..: Haaiiyaah.... [by Yerry]



cbramono.net
..: Eeiight.... [candid by Yerry]

Berikut hal-hal yang mungkin bisa dicermati :

Tentukan tanggal yang tepat
Susah untuk urusan yang satu ini. Yang tidak terpengaruh apa-apa, biasanya bebas menentukan tanggal. Yang penting para undangan bisa hadir.
Tapi buat orang yang percaya hitung-hitungan (misalnya Jawa, China, dll), penentuan tanggal menjadi sangat penting. Ya paling tidak diambil kerangka umumnya saja tidak usah terlalu detail.
Contoh: saya menentukan Sakramen Perkawinan tanggal 28 Desember 2008 sebelum pukul 18.00 WIB berdasarkan perhitungan Jawa yang (menurut Simbah yang bisa hitung-hitungan Jawa) adalah baik dari segala kemungkinan hambatan baik di hari tersebut maupun untuk masa depan.
Ya, ketika keluarga menentukan kami akan menikah bulan Desember 2008, maka tanggal yang tersisa (menurut perhitungan orang Jawa dan Katolik) hanyalah tanggal 27 dan 28 Desember 2008. Lho, kenapa? Ya sebelum 25 Desember adalah masa adven. Saya pernah dengar seruan di beberapa Gereja bahwa dianjurkan untuk tidak mengadakan acara pada masa pra Paskah dan pra Natal (adven). Ya saya ikuti aja meskipun teman saya pun tetap nekat tampil di masa adven hehehe…. Peace ah…
Tanggal 26 masih hari Natal kedua. Sementara mulai tanggal 29 Desember sudah masuk bulan Sura (penanggalan Jawa). Ah.. saya juga tidak begitu paham pelarangan di bulan Sura.
Dan setelah tanya sana-sini (termasuk tanya Simbah), tanggal yang bisa dipakai hanyalah 28 Desember 2008. Mengapa tidak 27? Ahh.. tanya simbah aja deh… saya tidak enak sama beberapa teman yang kebetulan menikah tanggal tersebut.
Kalau buat kami sih tanggal yang kami pilih itu memang sangat tepat karena pas liburan panjang akhir tahun. Dan sebenarnya bagi kami sendiri, tanggal berapapun baik adanya. Tinggal bagaimana kita menjalaninya saja.
Nah… paling enak jika tidak sempat dengar dari sana-sini mengenai perhitungan penanggalan. Bisa jalan terus…. Kapan siap, ya main……

Tentukan budget per item sejak awal
Jangan sampai tidak tahu jika ditanya: budget untuk katering berapa? budget untuk rias berapa? dll. Penentuan budget sejak awal juga membantu kita untuk mengelompokkan dana dan kebutuhan menurut prioritasnya.
Masalah tersebut memang sensitif dibicarakan, karena bagaimanapun acara pernikahan melibatkan 2 keluarga (bahkan bisa lebih). Tapi jika tidak direncana dengan baik dan tiba-tiba terjadi lonjakan budget yang luar biasa, maka akan lebih sensitif lagi di pembicaraan berikutnya: masalah hutang dan siapa yang bertanggungjawab.

Pesan tempat sesegera mungkin
Jika sudah ketemu tanggal mainnya, segera pesan tempat (dan orang) yang akan digunakan untuk peneguhan (ijab) dan tempat untuk resepsi (jika akan menggelar resepsi di gedung).
Sementara yang saya tahu: jika Muslim, segera pesan waktu untuk orang yang akan meng-ijab-kan. Jika Kristen/Katolik, segera cari waktu Gereja yang kosong dan Pastur (atau pemimpin upacara) yang akan meneguhkan pernikahan. Jangan lupa pesan hal-hal lain, terutama yang menyangkut kepentingan orang banyak, misalnya katering dan busana panitia. Usahakan pesan minimal 6 bulan sebelumnya. Lebih baik jika setahun sebelumnya. Kami saja sudah hampir tidak dapat tempat, padahal sudah pesan sekitar 5-6 bulan sebelumnya.
Untuk gedung, jelas satu lokasi untuk satu acara. Ya kecuali jika gedung tersebut memiliki beberapa aula yang bisa mengadakan beberapa acara sekaligus. Tapi untuk katering biasanya mampu menangani 5-7 pesanan sekaligus; tergantung lokasi pemesanan dan banyaknya porsi yang dipesan.

Test pesanan dulu baru yakin
Test food untuk katering. Kami pun sudah survey sejak lama mengenai katering yang akan kami pakai. Biasanya pihak katering mau memberikan jadwal kapan mereka dipakai orang. Dan saat itu biasanya kita boleh datang ke acara (sebutlah resepsi) untuk sekedar test food. Beberapa katering tidak merekomendasikan kita untuk datang ke tempat acara tetapi mereka membungkuskan kita makanan dengan menu yang sama yang disajikan di tempat acara. Test juga suasana gedung. Kami juga beberapa kali survey ke gedung tempat kami akan mengadakan resepsi. Bagaimana jika suasana siang; bagaimana jika malam. Ada beberapa gedung yang tampak kurang bersih waktu siang tetapi terlihat sangat anggun waktu malam hari (penataan cahaya lampu pasti punya peran lah ya…)
Test rias pun kami lakukan dan sekalian kami jadikan ajang sebagai acara foto pre wedding.( Thanks Romo Hari Suparwito, Mas Hendra, Mas Didit dan keluarga, dan Destya Ayu.)
Test juga mobil pengantin yang akan digunakan. Ya minimal bisa melihat langsung. Jangan sampai kita sudah membuat skenario untuk bisa difoto dari luar jendela mobil tapi kaca jendela mobilnya tidak bisa dibuka.

Jangan percaya 100% sama bantuan orang lain tapi juga jangan percaya 100% sama kemampuan sendiri
Bisa jadi maksud orang lain baik tapi belum tentu menurut kita jadi baik. Beberapa kali ada orang dekat yang siap bantu tetapi saat waktu semakin dekat dengan hari H, orang tersebut menyatakan tidak sanggup.
Lain lagi kasusnya; kami belum memutuskan untuk menggunakan si produk A, tapi orang yang sudah bersedia bantu itu langsung men-DP tanpa konfirmasi. Ya mau tidak mau harus pakai produk itu kan?! Tapi juga jangan semua ditangani sendiri. Bisa tewas pas hari H deh…

Ada petugas khusus yang menjadi pemantau acara
Jika mengadakan acara yang lengkap (biasanya menggunakan adat), maka harus ada minimal satu orang yang bertugas sebagai koordinator acara. Dalam hal ini petugas tersebut harus memperhatikan jam saat itu dengan acara yang sedang dilaksanakan. Jangan sampai terlambat atau mendahului. Karena kalau terlambat pasti berpengaruh ke acara berikutnya. Sementara kalau acara lebih singkat, bisa jadi akan ada jeda terlalu lama ke acara berikutnya.

Pemimpin rombongan kendaraan tidak asal cepat
Pada saat konvoi kendaraan pengantin dan keluarga, mobil yang paling depan harus siap memimpin konvoi. Artinya, jangan karena harus segera sampai lalu mempercepat laju kendaraan tanpa memperhitungkan kendaraan yang dibelakangnya. Jangan sampai saat lampu hijau tinggal detik ke 2 kendaraan paling depan tetap menerabas perempatan.

Utamakan vendor, bukan keluarga
Jika memang kita berpartner dengan vendor tertentu untuk menangani suatu pekerjaan, maka serahkanlah sepenuhnya kepada rekan vendor tersebut. Selain memang kita sudah membayar mereka, mestinya mereka juga sudah bisa diharapkan bekerja secara profesional.
Jadi jangan sampai ada keluarga yang tanpa aturan ikutan motret ke bagian depan lokasi acara dengan menghiraukan fotografer yang sudah ditunjuk. Atau jangan sampai kita sengaja menyuruh anggota keluarga lain untuk menambahi bunga pada dekorasi yang sudah disusun dengan rapi oleh petugas dekorasi. Dan jangan sampai kita sengaja menambahi garam pada kuah sop yang kurang asin.
Jika memang ada masalah saat itu, katakan langsung pada vendor rekanan kita. Jika tidak bisa juga, jadikan sebuah evaluasi pasca wedding.

Satu pintu saja, jangan ada yang ikut campur
Jika sudah ada satu pihak (keluarga) yang sudah ditunjuk untuk mengurusi suatu item, maka serahkanlah secara penuh kepadanya. Misal: si A sudah ditunjuk untuk pesan souvenir dengan tulisan ‘pernikahan kami’. Tapi karena si B (anggota keluarga lain) tidak suka dengan tulisan itu, maka tanpa sepengetahuan keluarga yang lain, apalagi si A, lalu mengubah tulisan menjadi ‘our wedding’. Nah kalau begini kan bisa jadi gawat hehehe…

Acara selesai, bukan berarti langsung santai
Setelah sebuah acara selesai, jangan langsung ditinggal begitu saja. Masih banyak yang harus dibereskan.
Contoh: sehabis sakramen di Gereja, kita bisa mengambil bunga dekorasi yang memang menjadi hak kita.
Biasanya Gereja juga kita hias dengan bunga (entah itu kita yang pasang sendiri atau yang dipasang oleh vendor dekorasi). Setelah misa selesai, bunga itu kadang kita tinggal begitu saja dan biasanya dibuang (atau diambil orang). Nah, kalau bunga yang kita pasang adalah bunga yang bagus (dan tentunya mahal), kenapa tidak untuk mengambil bunga untuk kepentingan kita sendiri (misalnya menghias rumah) hehehe…
Termasuk ketika di gedung, biasanya ada hiasan dekorasi yang memang milik kita. Jangan sampai setelah selesai acara, masih ada hiasan (termasuk bunga) yang dibiarkan begitu saja sehingga harus masuk tempat sampah sebelum waktunya.

Ya sebenarnya banyak point yang masih bisa dilihat. Acara pernikahan bukan sekedar acara tunggal yang hanya melibatkan sepuluh atau dua puluh orang. Semakin banyak yang terlibat memang semakin sulit untuk memadukan konsep dan pikiran. Namun jika kita meminimalisir jumlah orang yang terlibat, mungkin acara juga tidak bisa sesempurna yang kita inginkan (ada orang yang tugasnya menjadi dobel).

Romansa hari ini : Ah… yang jelas semua bisa berakhir dengan aman dan masih bisa dibilang lancar.

 
menurut mereka 

 bramNih
22 January 2009, 12:45

Sori artikel sama fotonya nggak nyambung... BTW untuk foto-foto yang lain tunggu aja di artikel selanjutnya.
Trims.

 dynax
22 January 2009, 15:09

Pacaran... cape... Mo nikah... cape... Jadi manten... cape... Berkeluarga... cape... Punya anak... cape... Tapiiiiiiiiiiii hepiiii !!! Sukses yooo...!!!

 oskar ganteng
27 January 2009, 10:18

makasih bram atas infonya, aku bakal nyusul.

kudapat ilham kalo Tuhan bentar lagi ngasih jodoh tahun 2009 ini.

tolong itungin ya harinya hi3

 bramNih
27 January 2009, 12:19

@dynax
Trims. Doain biar tetep hepi ya, biarpun segala rintangan terus menghadang. Keep fight !!

@oskar ganteng
undangannya ya....

 kukuh
06 February 2009, 11:34

update pasti nunggu bulan madu selesai yo bram????
hehehehehe

 bramNih
15 February 2009, 20:38

@kukuh
hei.. kemana aja kamu? habis nikahan kok ngilang? jangan-jangan lagi bulan madu ya?

 drakula
25 May 2009, 20:39

Pasca Wedding #1: Pandangan Kami:
Komentar abah: Kenapa gk ente aja yang ngatur sendirian???

 gwawan
29 June 2009, 16:53

detail banget! btw selamat ya Mas Bram & Mbak Arie, semoga berbahagia selalu.

 hantuceria
17 September 2009, 16:48

selamat ya pak.. maaph terlambat neeh greetznya hehehehe

10  bramNih
18 September 2009, 09:07

@hantuceria:
terimakasih...

 
 
nama
email
[tidak akan ditampilkan kembali]
website
komentar
boleh pake: Enter, <b>, <u>, <i>
karakter acak

AB5090KM

 

:: Pasca Wedding #3 (habis): Tetap Hunting / Pasca Wedding #2: Mengapa Tidak Saling Terbuka / Akhir Tahun 2007 (3): Di (Dari) Blitar / Akhir Tahun 2007 (2): Maling di Kereta Eksekutif / Toko Barang Bekas / Lari Pagi Lagi / Pantai Depok / Simpang Jalan Pekerjaan / Valentine 2007 / Sehari Melepas Rutinitas / Soto Concat / Wisuda Aatha /

 
 
bram's menu
home
langkah harian
disisi aatha
berjuang hidup
lewat lensa
contact me
mengikat janji
my photos
 
se-kategori
. pasca wedding #3 (habis): tetap hunting
. pasca wedding #2: mengapa tidak saling terbuka
. pasca wedding #1: pandangan kami
. akhir tahun 2007 (3): di (dari) blitar
. akhir tahun 2007 (2): maling di kereta eksekutif
. toko barang bekas
. lari pagi lagi
. pantai depok
. simpang jalan pekerjaan
. valentine 2007
. sehari melepas rutinitas
. soto concat
. wisuda aatha